Kenapa saya suka vespa?

Dulu, pas masih smp-sma jujur aja, vespa sama sekali gak gw lirik karena kebanyakan vespa dijalan itu kurang enak dilihat. Gw pribadi mulai punya vespa itu tahun 2010, vespa LX yang gw tebus dengan cara nyicil ke orang tua. Setelah 4 tahun, gw pun ingin memiliki vespa 2 tak yang gak ribet perawatannya, akhirnya nemu sebuah vespa px yang lumayan mulus.

Setelah bawa vespa, ada hal hal yang gw alamin dan gak pernah terjadi kalau gw bawa motor merek suzuki atau honda. Naik vespa, saat di jalan ketemu dengan pengguna lain, bisa bertegur sapa atau saling melempar senyum. Lumayan kan, jadi nambah pahala saat di jalan. 1 hal yang gw senang, persahabatannya. Saat kita di jalan dan motor mengalami trouble, pasti ada pengendara vespa lain yang berhenti untuk membantu, kalau gak bisa bantu pun mereka pasti menawarkan sesuatu, mulai dari nemenin ngobrol, ngasi rokok, bahkan nyetut ke bengkel yang kita mau, believe it or not it happened.

Lucu buat gw saat ngeliat orang2 ngebahas cbr thai v cbr lokal, kenapa sih nyebutnya cbr lokal? Kebanyakan vespa 2 tak yang ada di Indonesia itu buatan PT Danmotors Indonesia, dan gak pernah ada pengguna vespa nyebut itu vespa lokal, vespa indo, atau sejenisnya. Kecuali pengguna modern vespa, yang suka bandingin vespa mereka dengan vespa matic keluaran awal dari Itali/Tiongkok.Kenapa saya tulis Tiongkok? karena LX, mp3, x9 evo pun gak ada yang di impor dari Itali, melainkan dari Tiongkok.

 

 

Advertisements
This entry was posted in Intermezzo and tagged , . Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s